Review Buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya-Rusdi Mathari


Buku "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya" berisi kumpulan kisah sufi dari madura. Melihat judulnya saja sangat nyeleneh, apalagi jika anda sudah baca bukunya.

Buku ini mulanya dimuat di situs web Mojok.co sebagai serial Ramadan. Tulisan pertamanya ialah "Benarkah Kamu Merindukan Ramadan?" yang tayang pada 17 Juni 2015, dimana tulisan ini menjadi perkenalan awal pembaca Mojok.co

Sentra dalam kisah ini adalah Cak Dlahom, yang mengisahkan kejadian sehari-hari di sebuah desa di Madura. Ia adalah seorang duda tua yang hidup sendiri di sebuah gubuk. Dlahom kerap menjadi komentator atau penyulut perbincangan mengenai substansi ibadah, yang membuat para tetangganya merenungkan ulang pemahaman mereka atas agama Islam.

Rusdi Mathari Menggambarkan Penyakit Kita Hari Ini Dalam Buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Rangkaian cerita dalam buku ini merupakan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga membacanya akan mereview ulang pemahaman kita dalam beragama.

Misalnya saja dalam percakapan Cak Dlahom dengan Mat Piti

"Salatmu dan sebagainya adalah urusanmu dengan Allah, tapi Sarkum yang yatim dan ibunya yang kere mestinya adalah urusan kita semua."

Ketika kita melihat fenomena kehidupan saat ini, banyak dari kita yang hanya berfokus pada ibadah lahiriyah, membangun masjid semegah mungkin, menghabiskan waktu untuk berdoa. Tapi ada hal yang luput, ternyata ada tetangga kita yang mungkin sedang kehabisan beras, ada tetangga kita yang lagi sakit dan membutuhkan uluran tangan kita. Ada anak yatim yang tidak bisa merasakan yang namanya sekolah dan kelaparan.  

Berbagai serial percakapan  Cak Dlahom ini selalu menjadi pokok-pokok obrolan yang memaksa kita untuk melakukan perenungan dalam diri kita sendiri. Seperti kata Cak Dlahom, Kenapa yang harus dihormati hanya orang yang berhaji? Kenapa orang yang salat tidak dipanggil Pak Salat? Orang yang puasa tidak dipanggil Pak Puasa? Orang yang berzakat, dipanggil Pak Zakat???

Buku ini sungguh menceritakan kejadian-kejadian yang ada di lingkungan masyarakat, yang syarat akan nilai kemanusiaan. 

Nama Dlahom sendiri diambil dari diksi Jawa Timur yang kira-kira artinya "agak bodoh". Kata "bodoh" ini mungkin menjadi kunci atas refleksi Cak Dlahom sendiri mengenai pengetahuan manusia atas agama dan Tuhan. Hal itu yang nantinya kita jumpai setelah membaca buku ini. 

Penulis buku sendiri menekankan persoalan "bodoh" lewat judul pada buku ini. Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya. Dari judul inilah yang menjadi gambaran penyakit kita hari ini.

Buku ini cocok banget untuk menjadi salah satu dalam deretan bacaan kita, disajikan dengan gaya bahasa yang ringan dan penuh humor. Seperti itulah seharusnya menasehati, lemah lembut dan penuh humor. Tidak dengan nada yang keras dan paksaan.

Tentang Penulis "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya"

Rusdi Mathari, penulis kelahiran Situbondo yang pernah aktif menjadi wartawan, redaktur, dan juga pemimpin redaksi pada suatu portal berita. Dan juga menjadi peserta crash program reportase investigasi di Bangkok, Thailand, serta pernah mendapat beberapa penghargaan untuk penulisan berita terbaik dari beberapa lembaga.

Aktif menulis buku, esai di Mojok.co. Salah satu bukunya yang juga patut menjadi koleksi bacaan yaitu Aleppo (2016).

Membaca buku ini, seakan menyelam dalam kesufian Cak Rusdi. Mungkin di sana lagi nyeleneh bareng Cak Dlahom, Fatihah untukmu cak. Karya mu akan selalu menarik untuk di baca berulang kali.

Bagi teman-teman yang ingin memiliki buku ini, kalian bisa memesan di Mojokstore.com.

Judul : Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya
Penulis : Rusdi Mathari
Penerbit : Buku Mojok
Harga : Rp 60.000
Tebal : 226 Halaman
Cetakan Pertama : September 2016

1 Komentar

  1. Mantap Jiwa. Tulisan yang sangat informatif mengenai sebuah buku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama